Hibah Ponpes Terdampak Bencana Banjir Cair Lebih Dulu

Hibah Ponpes Terdampak Bencana Banjir Cair Lebih Dulu

SERANG – Pondok pesantren (Ponpes) yang terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah di Banten bakal memeroleh dana hibah lebih dulu dibanding yang lainnya. Hal itu dilakukan agar penanggulangan ponpes terdampak bisa optimal.

Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Iwan Hadiyin mengatakan, selain menimbulkan kerusakan terhadap infrastruktur dan rumah warga, bencana banjir dan longsor juga membuat dampak yang sama terhadap ponpes. Sedikitnya ada 36 ponpes di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang yang mengalami rusak berat.

“Tidak kurang dari 36 ponpes yang terhimpun yang di Lebak ini mendapat musibah banjir bandang. 34 Ponpes salafi dan sisanya ponpes modern. Banyak ponpes salafi karena di Banten ini hanya 10 sampai 15 persennya yang merupakan ponpes modern,” ujarnya usai pembukaan musyawarah besar (mubes) ke-V FSPP di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (9/1).

Dosen di UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten itu menuturkan, terhadap kondisi tersebut pihaknya mendorong agar pemprov memberikan perhatiannya. Hasilnya, pemprov berkomitmen untuk mencairkan jatah hibah ponpesnya lebih dulu dibanding yang lainnya.

 

“Diutamakan ponpes yang rusak, ini sudah bisa dicairkan minggu ini, Rp30 juta (per ponpes). Sesuai janji Pak Gubernur akan cair minggu ini. Yang lain mungkin menunggu adminsitrasi karena setidaknya ada tujuh ketentuan untuk dicairkan dana hibah. Salah satunya itu izin operasional,” katanya.

Pencairan hibah bantuan dana, kata dia, akan sangat membantu ponpes terdampak bencana. Sebab, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Beberapa ponpes bagunannya bahkan sudah rata dengan tanah. “Ada yang benar-benar ponpesnya hilang total, tersapu banjir. Ada yang dekat Kali Ciberang, misal dia (lokasi asalnya) melewati bawah jembatan, eh sekarang pindah ke timur jembatan,” ungkapnya.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten Irvan Santoso mengatakan, untuk tahun anggaran 2020 terdapat 3.926 ponpes se-Banten yang akan mendapatkan dana hibah masing-masing senilai Rp30 juta. Dari jumlah tersebut baru 139 ponpes diantaranya yang sudah mengajukan proses pencairan.

Ditambahkannya, jika persyaratan sudah lengkap atau memang ada kebijakan yang mendesak proses pencairan bisa langsung dilakukan. Pencairan akan didistribusikan secara langsung ke rekening ponpes penerima. “Bisa (cair) lagi proses, bisa hari ini (kemarin-red) atau besok (hari ini). Langsung (disalurkan Rp30 juta),” katanya.