Pemprov Banten Segera Lelang Puluhan Kendaraan Dinas


BANTEN, BPKAD - Pemerintah Provinsi Banten dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Serang akan melaksanakan lelang non eksekusi Wajib Barang Milik Daerah melalui internet dengan menggunakan aplikasi dengan cara penawaran secara tertutup tanpa dihadiri peserta lelang.

Proses lelang ini berdasarkan surat keputusan Gubernur nomor: 024.2/kep.608-Huk/2016 tertanggal 9 Desember 2016 tentang Penjualan Kendaraan Dinas Operasional Milik Pemerintah Provinsi Banten tahun 2016.

Puluhan Kendaraan Dinas (Randis) ini berusia ada yang berusia 10 tahun dan kondisinya tidak layak untuk operasional dinas.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Nandy Mulya S mengatakan bahwa kendaraan yang sudah tidak dipergunakan lagi dapat dihapuskan dengan cara lelang.

“Kalau tidak dilelang, kendaraan ini membebani keuangan daerah,” kata Nandy kepada wartawan.

Adapun jenis kendaraannya sebagai berikut:

    13 kendaraan roda 4 yang di lelang satuan.
    Satu Paket Barang Milik Daerah Milik Pemerintah Provinsi Banten Berjumlah total 43 unit terdiri dari kendaraan dinas roda 4 sejumlah 12 unit dan kendaraan dinas roda dua sejumlah 31 unit.

Calon peserta lelang adalah perorangan atau berbadan hukum mendaftarkan dirinya ke https://www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id. Dengan mengunggah softcopy KTP, NPWP dan nomor rekening sendiri. Sedangkan peserta sebagai kuasa dari badan hukum dapat diwajibkan mengunggah surat kuasa dari direksi, akta pendirian perusahaan dan NPWP dalam satu file.

Peserta lelang wajib menyetor uang jaminan lelang. Jumlah nominal yang disetorkan sama denan uang jaminan yang disyaratkan penjual dalam pengumuman lelang, dan di setorkan sekaligus (bukan dicicil), setoran jaminan lelang lemabat-lambatnya pada tanggal 13 Juni 2017. Uang jaminan lelang disetorkan ke nomor Virtual Account (Va) masing-masing perserta. Nomor Va akan dikirimkan secara otomatis dari alamat domain kepada masing-masing peserta setelah berhasil melakukan pendaftaran dan data identitas dinyatakan valid.

Waktu pelaksanaan lelang dapat diajukan melalui alamat domain https://www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id. Sejak pengumuman lelang terbit sampai dengan Rabu, 14 Juni 2017, pukul 10.59 WIB. pembukaan penawaran lelang oleh pejabat lelang dilakukan pada hari yang sama pukul 11.00 WIB di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten.

Kepala Bidang Aset Daerah pada BPKAD, Dwi Sahara menuturkan, secara keseluruhan jumlah randis yang akan dilelang sebanyak 56 unit, terdiri atas roda empat 25 unit dan 31 unit roda dua. Nilai limit terendah sebesar Rp 5.640.000 sedangkan tertinggi Rp 47.580.000.

“Rinciannya, 13 kendaraan roda empat dilelang per satuan, sedangkan 43 kendaraan (R2 dan R4) dilelang satu paket,” ujar Dwi.

Dijelaskan Dwi, untuk lelang satuan kondisi kendaraan masih bisa digunakan. Namun, untuk lelang satu paket bisa dikatakan sebagai barang rongsok.

“Makanya kita buka lelang satuan, karena kondisi kendaraan masih bisa ditolong lah. Itu mobil ada yang tahun 2001, 2002, ada juga yang 2008,” ujarnya.

Menurutnya, tak sedikit calon peserta lelang yang sudah berkonsultasi untuk ikut lelang tersebut.

“Banyak yang minat, kan ini se-Nasional. Lelang-lelang seperti ini cepat, kita sudah 3 tahun terakhir pakai online. Itu banyak juga dari luar Banten, malah orang Serang enggak ada. Banyak orang Klaten, karena kalau di daerah Jawa itu laku keras. Bahkan mereka berani lelang melebihi harga limit,” ujarnya.

“Mulai dibuka 9 Juni, dan pengumuman pemenangnya 14 Juni,” pungkasnya.

Informasi diperoleh, jika seluruh aset tersebut terjual, diperkirakan pendapatan lelang aset tersebut mencapai Rp 300 jutaan.

“Saya lupa kalau dirupiahkan, saya ingatnya itu harga limit paling mahal sekitar Rp 40 jutaan. Yang jelas nanti uang hasil lelang masuk ke kas daerah,” ujarnya. (PPID)