Bank Banten Sambut Baik Rencana Gabung ke BJB

Bank Banten Sambut Baik Rencana Gabung ke BJB

SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten menyambut baik rencana merger ke dalam PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau BJB. Mereka menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang positif.

Hal tersebut disampaikan menindaklanjuti siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor SP 32/DHMS/OJK/IV/20 perihal penggabungan usaha Bank Banten ke dalam BJB.  

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, rencana penggabungan usaha Bank Banten ke dalam BJB telah tertuang dalam letter of intent (LoI) yang ditandatangani oleh Gubernur Banten Wahidin Halim dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, (23/4).

“Kami meyakini bahwa upaya ini adalah sebuah langkah yang positif dan akan mampu  memberikan nilai tambah kepada seluruh kepentingan, melalui terciptanya harmonisasi dan kebersamaan antara Bank Banten dan Bank BJB. Hal tersebut dilakukan semata untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh nasabah,” ujarnya.

Ia menuturkan, Bank Banten sebagai bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta terdaftar dan diawasi oleh OJK berkomitmen untuk selalu senantiasa menjaga keamanan dana simpanan nasabah.  Seraya memberikan pelayanan terbaik dan memenuhi ketentuan yang berlaku selama proses penggabungan usaha berlangsung.

“Sehubungan dengan proses penggabungan usaha dan di tengah kondisi pandemic Covid-19 ini, kami imbau kepada nasabah untuk tidak panik dan tidak melakukan penarikan dana simpanan dengan mendatangi area jaringan kantor Bank Banten. Itu untuk mencegah 
penyebaran Covid-19,” katanya.

Selama proses penggabungan usaha tersebut, kata dia, Bank Banten akan tetap beroperasi dengan normal untuk melayani segala bentuk transaksi perbankan kebutuhan nasabah dan layanan keuangan masyarakat. “Bank Banten akan terus memberikan pelayanan yang optimal sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kami kepada para nasabah Bank Banten,” ungkapnya.

Fahmi juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kemudian menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnnya atas penurunan kualitas layanan untuk sementara waktu. 

"Sehingga telah menimbulkan ketidaknyamanan dan menggangu aktivitas harian para seluruh pemangku kepentingan," tuturnya. (K4)