BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri Bakal Bangun Peternakan Sapi Perah Seluas 10 Hektare

BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri Bakal Bangun Peternakan Sapi Perah Seluas 10 Hektare
Direktur Operasional PT Agrobisnis Banten Mandiri Ilham Mustofa

SERANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri berencana membangun sebuah peternakan sapi perah dalam waktu dekat ini. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengembangan usaha peternakan yang dimana Banten belum memilikinya.

Direktur Operasional PT Agrobisnis Banten Mandiri Ilham Mustofa mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai bergerak dalam pengembangan bisnis. Itu seiring dengan telah mulai diterimanya penyertaan modal dari Pemprov Banten senilai total Rp75 miliar hingga tahun anggaran 2021.

"Kita sudah mulai running penyertaan modal itu sejak 29 Desember 2020. Kami ingin menghadirkan peternakan sapi perah di Banten karena kita satu-satunya provinsi yang belum memiliki industri itu," ujarnya, belum lama ini.

Ia menuturkan, lantaran belum memiliki industri sapi perah maka pihaknya memandang hal itu sebagai peluang bisnis yang bagus. Ketika industri itu maju maka akan tumbuh peternak-peternak rakyat yang bisa diajak kerja sama. Adapun calon lokasi peternakan tersebut berada di dua daerah yaitu Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang dan Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. 

"Kita hadirkan, kita bangun peternakannya dengan standar yang bagus sehingga nantiakan tumbuh peternak rakyatnya. Untuk lokasi, saat ini pihaknya masih melakukan kajian. Ada syarat ketinggian untuk (lokasi peternakan) sapi perah minimal 1.300 mdpl (meter di atas permukaan laut). Masih kita kaji lokasinya," katanya. 

Di tahap awal, kata dia, peternakan akan ditempatkan di atas lahan seluas 10 hektare. Di kawasan itu, selain hamparan lahan juga akan dibangun area hijau dan jagung yang digarap oleh petani lokal. 

"Jadi enggak semuanya dikelola BUMD karena kita bukan sekadar bisnis tapi juga harus bisa memberikan kesejahteraan," ungkapnya. 

Disinggung soal jenis sapi yang akan didatangkan, Ilham mengaku saat ini pihaknya sedang mendorong kerja sama pemerintah dengan pemerintah atau goverment to goverment. kerja sama didorong terjalin antaran Pemprov Banten dengan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski demikian, untuk saat ini sapi yang dikirimkan nantinya akan lebih dulu untuk menutup kebutuhan daging merah di Banten dan sekitarnya. Terutama guna menghadapi harga daging merah yang melonjak serta menjelang bulan ramadan dan Idul Fitri.

"5.000 ekor untuk pasar Banten dan Jabotabek. Ngejar di Maret karena kebutuhan daging lagi ramai, harga dari feedlot-nya Australia naik. Kita siapkan sapi lokal dari NTT dan NTB (Nusa Tenggara Barat) dibawa ke Banten untuk memenuhi kebutuhan daging," tuturnya.

Lebih lanjut dipaparkan Ilham, selain peternakan pihaknya juga akan mengoptimalkan serapan beras petani lokal. Agar beras Banten tidak keluar maka pihaknya akan membangun sebuah dua penggilingan padi dengan kapasitas 100 ton per hari.
"Dua, satu di Banten Utara dan Banten Selatan sehingga gabah dari petani bisa diserap secara optimal. Hasil bisa maksimal nanti, salah satunya beras premium," ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R Sumedi mengatakan, hingga saat ini BUMD PT Agrobisnis Banten Mandiri total memiliki Rp75 miliar. Pertama, Rp10 miliar dari Perubahan APBD 2020 dan telah cair di 29 Desember lalu. Selanjutnya Rp65 miliar di APBD 2020 dan dijadwalkan cair pada Februari mendatang.

"Mudah-mudahan sesuai skema di Februari ini cairnya lagi. BUMD punya modal Rp75 miliar untuk operasional," tuturnya. (K4)