Banten Lama Bakal Dibangun Rumah Quran

Selasa, 05 Mar 2019 | 17:46 WIB - Berita
Kawasan Banten Lama usai di revitalisasi
dibaca normal 2 hari yang lalu

SERANG – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten mengusulkan pembangunan baitul quran atau rumah quran di Kawasan Banten Lama, Kota Serang. Pengajuan dilayangkan untuk mewujudkan terbentuknya pusat kajian Islam dan upaya meningkat angka melek Alquran di Banten.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi kelompok terarah di Ruang Transit Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (5/3/2019).

Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten Syibli Sarjaya mengatakan, usulan dari pihaknya adalah respon dari keinginan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Hali-Andika Hazrumy untuk mengembangkan Banten Lama. Setelah melakukan perbincangan akhirny LPTQ mengajukan pembuatan baitul quran.

“LPTQ merespon apa keinginan untuk mengembangkan Banten Lama menjadi pusat kajian Alquran. Ingin mengubah wajah Banten itu betul-betul menjadi destinasi wisata masyarakat. Bukan hanya Indonesia tapi (wisatawan) mancanegara juga bisa datang,” ujarnya.

Mantan Rektor UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten itu menjelaskan, baitul quran nantinya akan berlokasi persis di depan Benteng Surosowan Banten Lama. Lahan sendiri sudah tersedia seluas 4,2 hektare dengan kondisi yang siap bangun.    

“Informasinya di depan (Benteng) Surosowan dan itu akan nyambung ke jalan raya ke (arah) Karang Antu. Tanahnya sudah datar, tidak perlu ada pengurukan,” katanya.

Dengan lahan seluas itu, kata dia, baitul quran nantinya bukan hanya sebatas tempat untuk menghafal Alquran. Fasilitas itu akan juga berfungsi sebagai pusat kajian Islam. Mulai dari kajian Alquran, saran pembinaan anak gemar membaca Alquran hingga pemusatan pembinaan dan asrama kafilah musabaqah tilawatil quran (MTQ).

Ditambahkannya, baitul quran adalah salah satu upaya untuk meningkatkan angka melek Alquran. Berdasarkan hasil survei LPTQ pada 2017, dari sekitar 70 juta muslim Banten, 76 persen diantaranya memiliki kemampuan baca Alquran sedang bahkan tak bisa. Kemudian hanya 46 persen keluarga  di Banten memiliki mushaf yang tak sesuai jumlah anggota keluarganya.

“Pembinaan kafilah MTQ ke tingkat nasional itu tidak perlu lagi di hotel. Dalam diskusi tadi (kemarin-red) kita ingin curah, tukar pendapat bagaimana konten, isi baitul quran nanti itu seperti apa. Banyak masukan tentang nama, ada yang (usul) baitul quran, laboratorium alquran,” ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan Syibli, usulan itu mendapat sambutan hangat dari gubernur. Orang nomor satu di Banten itu bahkan menargetkan tahun ini detail engineering design (DED) baitul quran sudah rampung.  

“Oleh karena itu keinginan beliau tahun ini sudah ada DED. Kemungkinan di 2020 sudah ke fisik. Mungkin mereka (Pemprov Banten-red) akan menganggarkan di 2020 untuk kegiatan itu,” tuturnya.  

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, bangunan Banten Lama yang religius juga harus didukung dengan nuansa religius yang kental. Tempat ibadah, tempat ziarah dan sejarah  akan lebih lengkap jika alunan Al-Qur’an terus menggema. Ia optimistis, jika hal itu terwujud maka nilai ekonomi yang tumbuh akan berkembang pesat tanpa khawatir melunturkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat sekitar.

“Orang datang ke Monas (monumen nasional), ya cuma lihat Monas-nya. Tapi Banten kan punya sisi lain, ada sultan, ada tempat selfienya, saya ingin ada semacam pengajian alquran, tahfidz, belajar ngaji. Kita perkenalkan seluruh produk-produk budaya Banten kepada yang datang. Jadi bisa saja nanti yang datang bukan hanya yang mau ziarah saja, orang stres mungkin datang untuk mencari ketenangan batin di sini,” selorohnya

Reporter: K4
Sample Banner

Populer


Honorer Pemprov Banten Dapat THR
Analisis Jabatan Tentukan Tukin Seluruh PNS Pemprov Banten
2019, Simda BMD Terintegrasi Dengan SIMRAL
Pemprov Banten Segera Lelang Puluhan Kendaraan Dinas
Pemprov Banten Terapkan E-SP2D Online Berbasis Simral
Tukin Tarif Baru Mulai Diberlakukan
Top