Bendung Sindangheula Bakal Dijadikan Aset Wisata

Senin, 03 Des 2018 | 17:16 WIB - Berita
Penjabat (Pj) Sekda Banten Ino S Rawita.
dibaca normal 6 hari yang lalu

SERANG – Pembangunan Bendung Sindangheula di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang direncanakan selesai dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pertengahan Desember ini. Jika sudah difungsikan, Pemprov akan memanfaatkan salah satu proyek startegis nasional (PSN) iti selain untuk pengairan namun juga sebagai salah satu aset wisata untuk peningjatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Laporan secara resmi belum, termasuk pembangunannya sudah sejauh mana. Akan tetapi yang penting Desember ini katanya ada peresmian. Belum mendengar tangal berapa-berapanya karena beliau (Jokowi-red) kan sedang keliling terus jadi tergantung kesiapan beliau," ujar Penjabat (Pj) Sekda Banten Ino S Rawita.

Lebih jauh diungkapkan Ino, pihaknya sudah memiliki rencana khusus jika Bendung Sindangheula sudah beroperasi nantinya. Pemprov berniat tidak hanya menjadikan bendung itu sebagai sarana infrastrukur semata. Pemprov juga ingin menjadikannya sebagai salah satu objek wisata.

“Jadi kalau sudah selesai kita punya bendung untuk mengairi seluruh potensi yang ada di Serang-Cilegon. Terima kasih, nanti ke teman-teman (instansi terkait bisa menindaklanjuti) untuk menjadi aset wisata. Jangan hanya aset untuk pembangunan pertanian dan listrik tapi juga jadi aset wisata,” ungkapnya.

Melalui pengembangan sebagai aset wisata, kata dia, maka diyakini akan bisa memberikan dampak positif khususnya bagi masyarakat sekitar Waduk Sindangheula. Pun demikian dengan pemprov yang bisa menambah pundi-pundi PAD.

“Pemasukan dari sana, jadi mungkin masyarakat sana akan hidup juga. Ada yang dagang, ada yang (jadi) tukang apa, tukang apa. Itu kan dalam rangka meningatkan anggaran, untuk masyarakat terutama yang merasakan secara langsung,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten Budi Prajogo mendukung, agar pemprov bisa lebih memanfaatkan aset daerah atau barang milik daerah (BMD) dalam upaya peningkatan PAD. Salah satu cara lain yang bisa dilakukan yaitu menyewakan aset lahan kepada investor atau pihak swasta seperti halnya Pemprov Jawa Barat.

"Terutama pemanfaatan aset tanah ya. Kita ketahui aset lahan Pemprov Banten ini cukup banyak. Oleh karena itu, perlu dioptimalkan sehingga menghasilkan PAD," katanya ini.

Reporter: K4
Sample Banner

Populer


Analisis Jabatan Tentukan Tukin Seluruh PNS Pemprov Banten
2019, Simda BMD Terintegrasi Dengan SIMRAL
Pemprov Banten Segera Lelang Puluhan Kendaraan Dinas
Pemprov Banten Terapkan E-SP2D Online Berbasis Simral
SKPD Diharapkan Melakukan Pelaksanaan Anggaran Dengan Tepat
Target Biaya Sekolah SMA/SMK Gratis, Pemprov Siapkan Bosda Rp 400 Miliar
Top