BPKAD Banten Inventarisasi Data Aset Perolehan 2019

Rabu, 09 Okt 2019 | 15:26 WIB - Berita
Rekonsiliasi Data Aset Pengadaan Tahun 2019 Triwulan III di Lingkungan Pemprov Banten.
dibaca normal 12 jam yang lalu

SERANG – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten menggelar rekonsiliasi data aset atau barang milik  daerah (BMD) perolehan 2019 triwulan III di lingkup Pemprov Banten. Rekonsiliasi digelar sebagai upaya menyajikan data neraca aset secara wajar sesuai standar akutansi  pemerintah (ASP).

Kegiatan sendiri digelar di Aula Lantai 3 Kantor BPKAD Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (9/10).

Kepala BPKAD Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, BMD merupakan aset tetap dan memiliki nilai terbesar dalam laporan keuangan. Aset tetap juga merupakan unsur yang sangat penting dalam menunjang penyelenggaraan dan pelayanan pemerintah daerah, sehingga harus dikelola secara baik dan benar.

“Pengelolaan BMD secara baik dan benar tersebut artinya harus dapat dipertanggungjawabkan. Itu didukung dengan ketepatan jumlah dan nilainya, serta bukti fisik,” ujarnya.

Mantan Kepala BPKAD Kabupaten Lebak itu menuturkan, ketetapan jumlah, nilai dan bukti fisik  dapat menimbulkan potensi permasalahan dalam pengelolaan aset dapat mengurangi kualitas akuntabilitasnya. Sehingga dirasakan sangat penting dan segera untuk membenahi pengelolaan aset.

“Pembenahan yang mendesak untuk dilakukan adalah meyakinkan bahwa aset tetap tersebut dapat disajikan dalam neraca tahun 2019. Disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP),” katanya.

Adapun nilai aset tetap per 1 Januari 2019 berjumlah Rp 20.625.354.399.443. Rinciannya, aset tanah Rp 8.757.076.274.950, peralatan dan mesin Rp 2.233.684.989.061 dan gedung serta bangunan  Rp 3.155.062.834.041.  Selanjutnya, jalan, irigasi dan jaringan Rp 6.208.827.426.277, aset tetap lainnya Rp 143.877.783.240 dan konstruksi dalam pengerjaan Rp 126.825.091.870.

“Lalu ada aset lain Rp 763.587.077.820 dan ektrakomptabel Rp 111.278.513.971. Jika ditotal seluruhnya adalah Rp 21.500.219.991.234,” paparnya.

Lebih lanjut diungkapkan Rina, anggaran belanja modal pada APBD Perubahan 2019 sebesar Rp 1.799.713.891.704,00. Laporan realisasi anggaran (LRA) belanja  modal hingga Triwulan III sebesar Rp 379.936.832.371,50 atau kurang lebih 21,11 persen dari pagu anggaran.

“Data yang telah masuk atau di input ke dalam Aplikasi Atisisbada hingga 01 Oktober 2019 sebesar  Rp 279.518.256.825,30 atau kurang lebih 73,57 persen dari pagu realisasi anggaran. Saya berharap kepada seluruh OPD yang belum menyelesaikan laporan untuk segera menindaklanjutinya,” ungkapnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rekonsiliasi aset. Pertama, diharapkan data yang dilaporkan akurat dan akuntabel sesuai dengan SAP. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kedua, saya juga berharap untuk selalu menjaga sinergitas antara pengguna barang milik daerah dengan pengelola barang milik daerah. Dapat berjalan secara optimal sehingga neraca aset tahun 2019 dapat disajikan dengan wajar,” tuturnya.

Kepala Bidang Aset Daerah pada BPKAD Provinsi Banten Ajat Sudrajat mengatakan, rekonsiliasi data aset perolehan 2019 triwulan III dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terhadap pengelolaan BMD. Bisa sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta sinegritas terkait data nilai aset yang akan disajikan dalam laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2019.

“Peserta kegiatan rekonsiliasi terdiri dari para pengurus barang pengguna dan pengurus barang pembantu dan pengurus barang unit sekolah di lingkungan Pemprov Banten,” ujarnya. (K4)

Reporter: K4
Sample Banner

Populer


Honorer Pemprov Banten Dapat THR
Analisis Jabatan Tentukan Tukin Seluruh PNS Pemprov Banten
2019, Simda BMD Terintegrasi Dengan SIMRAL
Tukin Tarif Baru Mulai Diberlakukan
Pemprov Banten Segera Lelang Puluhan Kendaraan Dinas
Pemprov Banten Terapkan E-SP2D Online Berbasis Simral
Top