Pemprov Pulangkan 40 Warga Banten Terdampak Kerusuhan Wamena

Senin, 07 Okt 2019 | 19:49 WIB - Berita
Gubernur Banten Wahidin Halim bersama warga Banten terdampak kerusuhan Wamena, Papua.
dibaca normal 3 jam yang lalu

SERANG – Tim Kemanusiaan Pemprov Banten mencatat terdapat 42 warga Banten terdampak kerusuhan Wamena hingga Senin (7/10). Dari jumlah tersebut, 40 warga telah dan akan dipulangkan. Sementara 2 warga memilih tetap tinggal di Papua.

Hal itu terungkap dalam penyambutan kedatangan warga Banten dari Papua di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (7/10).

Ketua Tim Kemanusiaan Pemprov Banten E Kusmayadi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyisiran keberadaan warga Banten di Papua yang terdampak kerusuhan. Hingga kemarin, tim berhasil mengamankan 42 jiwa.

“Total keseluruhan data yang sudah kita tetapkan 42 jiwa dari Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Pandeglang,” ujarnya.

Inspektur Provinsi Banten itu menuturkan, dari 42 warga yang terdata, 30 diantaranya sudah dipulangkan ke Banten. Rinciannya, dua orang telah pulang lebih dulu pada pekan kemarin. Lalu 28 orang dipulangkan dalam dua gelombang pada Minggu (6/10). “30 orang yang dipulangkan terdiri atas 11 dari Kota Serang dan 19 Kabupaten Serang,” katanya.

Selanjutnya, 10 jiwa asal Kabupaten Lebak dan Pandeglang dijadwalkan akan menyusul. Mereka direncanakan pulang ke Banten pada pertengahan bulan ini. Sementara 2 orang sisanya memilih menetap di Wamena. Mereka enggan pulang karena alasan keluarga dan pekerjaan. Keduanya berasal dari Kabupaten Lebak.  

“Yang bertahan kita beri bantuan Rp5 juta. Yang 10 orang Minggu ini dipulangkan, Rabu atau Kamis (9-10/10),” ungkapnya.  

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, kepulangan mereka patut untuk disyukuri dan peristiwa yang telah terjadi agar tidak perlu diingat kembali. Tenangkan pikiran dan jangan dibawa-bawa dan diingat lagi peristiwa itu. Mulailah kehidupan yang baru,” ujarnya.

Mantan Walikota Tangerang itu mengaku, merasa lega dengan kepulangan para warganya dalam kondisi sehat dan tidak kurang suatu apapun. Ia mengibaratkan bahwa berada di kampung sendiri meskipun hujan batu lebih terasa lebih nyaman dibandingkan hujan emas namun berada di kampung orang.

Wahidin menegaskan, untuk sementara ini warga terdampak konflik Wamena yang berhasil pulang dan tidak memiliki tempat tinggal akan disediakan rumah singgah milik Dinas Sosial baik provinsi maupun kabupaten/kota. Selama di rumah singgah.

“Yang penting mereka senang, tenang, dan tidak trauma lagi. Kalau mau tinggal di sini silahkan, balik lagi ke sana (Papua-red) silahkan, asalkan tidak dalam kondisi ketakutan,” tuturnya. (K4)

Reporter: K4
Sample Banner

Populer


Honorer Pemprov Banten Dapat THR
Analisis Jabatan Tentukan Tukin Seluruh PNS Pemprov Banten
2019, Simda BMD Terintegrasi Dengan SIMRAL
Pemprov Banten Segera Lelang Puluhan Kendaraan Dinas
Pemprov Banten Terapkan E-SP2D Online Berbasis Simral
Tukin Tarif Baru Mulai Diberlakukan
Top