Pj Sekda Dorong Revitalisasi BUMD

Rabu, 13 Mar 2019 | 16:42 WIB - Berita
Pj Sekda saat seminar peningkatan kapasitas dan revitalisasi BUMD di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (13/3/2019).
dibaca normal 2 hari yang lalu

SERANG – Penjabat (Pj) Sekda Banten Ino S Rawita mendorong adanya revitalisasi PT Banten Global Development (BGD) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Banten. Hal itu perlu dilakukan agar BUMD bisa memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah untuk digunakan demi pembangunan di Banten.

Hal tersebut disampaikan Pj Sekda pada seminar peningkatan kapasitas dan revitalisasi BUMD di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (13/3/2019).

“Seminar ini solusi untuk menerima masukkan dari pelaku usaha termasuk pemerintah pusat. Sehingga nanti Pak Gubernur bisa mengambil kebijakan untuk solusi yang akan dilakukan. Saya mendorong agar PT BGD bisa terus mengembangkan kiprahnya,” ujarnya.

Mantan Penjabat sementara (Pjs) Bupati Lebak itu menuturkan, poin penting yang harus dilaksanakan oleh PT BGD adalah kontribusi terhadap pendapatan daerah untuk pembangunan di Banten. Oleh karenannya, PT BGD harus mulai bisa membaca peluang bisnis lainnya untuk meningkatkan capaian kinerjanya.

Pj Sekda merasa yakin hal itu bisa dilakukan mengingat jajaran direksi dan komisaris sudah bisa membawa PT BGD ke arah yang lebih baik. Perusahaan plat merah itu sudah mulai bisa menghasilkan laba operasional.

“Melihat dari hasil karya dari komisaris dan direksi sudah membuat hasil, sudah ada hasil sekarang, beda dengan yang lama. Mudah-mudahan ke depan bisa meningkatkan lagi penghasilannya. Dengan demikian pengusaha lain bisa percaya akan kehadiran PT BGD,” katanya.

Jika kinerjanya terus membaik, maka bukan tidak mungkin Pemprov Banten akan kembali membuka keran penyertaan modalnya. “Bagaimana pun (PT BGD) sudah milik Banten ya harus didorong tapi harus menghasilkan perbaikkan. Tunjukan ke pemprov bahwa siap dan mampu berkembang,” ungkapnya.

Komisaris Utama PT BGD Ayip Muflich mengatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah perbaikan baik secara eksternal maupun internal PT BGD.

“Mulai 2018 ini sudah mulai kelihatan titik-titik terang. Waktu awal masuk di sini saya melihat permasalahannya. Maka kebijakannya itu kita selesaikan dulu masalah, bereskan dulu masalah yang di belakang-belakang. Baik perusahaannya yang colaps ya, kemudian masalah hukum, banyak. Kita selesaikan satu per satu,” katanya.

Diakuinya, dari sejumlah pembenahan tersebut kini PT BGD sudah mulai merasakan hasilnya. Salah satunya kini mereka sudah bisa menghasilkan laba operasional, bukan lagi laba yang bersumber dari deposito.

“Internalnya kita retrukturisasi, SDM-nya kita kurangi, sekarang kita bekerja cuma punya tiga staf. Kita baru mendapatkan keuntungan, kalau dibilang kecil sekali, belum bisa dikatakan berbangga tapi kita sudah melangkah. Kalau pun keuntungan ini masih baru untuk operasional,” tuturnya.

Reporter: K4
Sample Banner

Populer


Analisis Jabatan Tentukan Tukin Seluruh PNS Pemprov Banten
2019, Simda BMD Terintegrasi Dengan SIMRAL
Pemprov Banten Segera Lelang Puluhan Kendaraan Dinas
Pemprov Banten Terapkan E-SP2D Online Berbasis Simral
SKPD Diharapkan Melakukan Pelaksanaan Anggaran Dengan Tepat
Target Biaya Sekolah SMA/SMK Gratis, Pemprov Siapkan Bosda Rp 400 Miliar
Top