Serapan Fisik Tahun Anggaran 2018 Capai 94%

Jumat, 04 Jan 2019 | 22:54 WIB - Berita
Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten
dibaca normal 1 hari yang lalu

SERANG – Pemprov Banten mencatat serapan keuangan tahun anggaran 2018 mencapai 88,38 persen dari total alokasi belanja daerah setelah perubahan senilai Rp 11,05 triliun. Sementara untuk serapan fisik mampu meraih prosentase lebih baik di angka 94 persen.

“Kalau serapan keuangan 88,38 persen, fisik 94 persen. Detailnya babti Senin (7/1) sehabis rapim (rapat pimpinan). Serapan fisik masih naik turun nih, karena OPD lagi nyetor data dulu. Kalau keuangan sudah selesai (final-red), tinggal fisiknya (masih bisa berubah),” ujar Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten Mahdani, Jumat (4/1/2019).

Ia menjelaskan, tak seluruhnya alokasi belanja daerah terserap dikarenakan adanya kebijakan efisiensi. Kemudian adanya kebijakan pembayaran hasil pekerjaan yang disesuaikan dengan realisasi volumenya.

“Mungkin enggak bisa bayar full karena pekerjaannya enggak selesai. Di lapangan volume kurang, mereka (OPD-red) enggak mau bayar penuh. Dipotong berapa persen dari nilai. Makannya (serapan) keuangannya enggak bisa full,” katanya.

Selain efisiensi, kata dia, serapan keuangan juga dipengaruhi oleh adanya pengerjaan fisik yang tak rampung atau bahkan dihentikan karena diperkirakan tak akan terkejar.

“Jadi ini sengaja dicut (dihentikan-red) duluan agar bisa masuk ke 2019, enggak menunggu perubahan (APBD 2019) lagi. Kalau dicut bisa masuk ke anggaran 2019, makannya Pak Gubernur wanti-wanti November beres, enggak beres cut karena masih bisa langsung lelang lagi, bisa langsung kerja lagi (di 2019),” ungkapnya.

Mahdani menegaskan, proyek yang tak rampung hanya segelintir saja. Sementara pengerjaan proyek lainnya  sudah terselesaikan sehingga mampu berkontribusi pada serapan keuangan maupun fisik. Dari realisasi tersebut maka diperkirakan ada sisa lebih penggunaan anggaran sekitar Rp 1 triliun.

Diungkapkan Mahdani,  dengan nilai silpa sebesar itu, sebagian akan digunakan untuk menutup defisit belanja daerah pada APBD 2019 senilai Rp 457 miliar. Sedangkan sisanya akan disimpan di kas daerah untuk dipergunakan pada Perubahan APBD 2019.

“Sekarang yang sudah terlihat Rp 1 triliun lebih. Kalau silpa yang dipasang di APBD 2019 kan Rp 457 miliar. Selisihnya mungkin di pakai di perubahan, kan enggak bisa dipakai sekarang juga,” ujarnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, menghadapi tahun anggaran 2019, pemprov telah menyusun jadwal agenda pembangunan. Adanya jadwal agar proses pembangunan di Banten bisa terarah, sesuai target pemerintahan dan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Banten.

“Laksanakan program dengan tepat waktu, tepat sasaran, jangan dimanipulasi, ini untuk mereka (masyarakat-red), lalu jangan diganggu untuk kepentingan kita,” tegasnya.

Reporter: K4
Sample Banner

Populer


Honorer Pemprov Banten Dapat THR
Analisis Jabatan Tentukan Tukin Seluruh PNS Pemprov Banten
2019, Simda BMD Terintegrasi Dengan SIMRAL
Pemprov Banten Segera Lelang Puluhan Kendaraan Dinas
Pemprov Banten Terapkan E-SP2D Online Berbasis Simral
Tukin Tarif Baru Mulai Diberlakukan
Top