Nilai Perolehan Lelang Randis Jauh Lampaui Target 

Nilai Perolehan Lelang Randis Jauh Lampaui Target 
Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti memimpin rapat penetapan pemenang lelang

SERANG - Pemprov Banten telah menggelar lelang kendaraan dinas (randis) roda dua, tiga dan empat di Gedung Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (14/12/2020). Dari kegiatan tersebut Pemprov Banten berhasil menambah pundi pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp639.603.057 juta dari target Rp265.383.000.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, lelang merupakan bentuk komitmen Gubernur Banten Wahidin Halim dalam penataan barang milik daerah (BMD). Lelang sendiri dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Nomor 024.2/Kep.286-Huk/2019 tanggal 27 September 2019 tentang Penjualan 58 Kendaraan Dinas Operasional Milik Pemprov Banten Tahun 2019.

“Yang menyelenggarakannya KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang). Pak Gubernur ini sangat komitmen, salah satu diantaranya menerbitkan SK kendaraan yang akan dilelang. Beliau tidak ingin banyak kendaraan yang sudah ada usulan penghapusan dari OPD dibiarkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lelang dengan metode lelang tertutup atau lelang melalui aplikasi selalu dilaksanakan Pemprov Banten. Untuk kali ini, terdapat 58 randis terdiri atas roda empat secara satuan 15 unit, roda empat paket 4 unit, roda dua satuan 10 unit dan roda dan tiga paket sebanyak 29 unit. Adapun nilai perolehan lelang mencapai Rp639.603.057. 

Unit tertinggi terjual adalah roda empat Toyota Avanza 1.3 G tahun 2008 senilai Rp36,3 juta. Sementara untuk yang terendah adalah roda dua Honda NF 100 tahun Rp1,27 juta. Roda empat paket terlelang Rp52,6 juta dan roda dua paket Rp100,9 juta.

“Seluruh unit terlelang dengan target nilai Rp265.383.000. Akan tetapi dari lelang ini nilai perolehan justru melampaui. Nilai peroleh mencapai 241 persen dari target," katanya. 

Rina menjamin, pelaksanaan lelang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak ada main mata antara Pemprov Banten dengan para pemenang lelang. Sebab, lelang digelar melalui perantara KPKNL.

"Kegiatan lelang ini sangat akuntabel transparan dan bisa dipertanggungjawabakan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Provinsi Banten Ajat Sudrajat menambahkan, kendaraan yang ditawarkan terlelang seluruhnya.

"Roda empat dan roda dua Alhamdulillah laku semua dan lelang ini dilakukan secara elektronik melalui aplikasi. Dapat diakses di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya pemenang dari wilayah Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta," ujarnya. (K4)