Pemprov Banten Anggarkan Rp19,53 Miliar untuk Bantuan Dana Parpol

Pemprov Banten Anggarkan Rp19,53 Miliar untuk Bantuan Dana Parpol
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten Ade Ariyanto

SERANG - Pemprov Banten memganggarkan bantuan dana parpol senilai Rp19,53 miliar pada tahun anggaram 2021. Dana tersebut diperuntukkan bagi parpol yang berhasil mendapatkan kursi di DPRD Provinsi Banten hasil pemilihan anggota legislatif (pileg) 2019.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten Ade Ariyanto mengatakan, soal pemberian bantuan dana parpol diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2018. Adapun besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dengan persetujuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Nilainya dinaikan sebelum peraturan diterbitkan atau justru tetep bertahan.

"Sebelumnya tidak bisa dinaikkan. Nilai bantuan dihitung berdasarkan peroleh suara sah parpol,” ujarnya, belum lama ini.

Mantan Penjabat (Pj) Bupati Serang itu menuturkan, untuk Pemprov Banten nilai bantuan dana parpol telah dinaikan sejak dua tahun lalu menjadi Rp3.500 per suara sah. Untuk tahun anggaran 2021, bantuan dana parpol yang teralokasi di APBD Banten mencapai Rp19,53 miliar. Itu terbagi untuk 12 parpol peroleh kursi di DPRD Banten dengan jumlah suara sah sebanyak 5.582.414.
Dipaparkan Ade, adapun besaran dana parpol yang diterima parpol terdiri atas PDIP Rp3,04 miliar, Partai Golkar Rp2,58 miliar, Partai Gerindra Rp3,17 miliar, Partai Demokrat Rp1,86 miliar, PPP Rp1,2 miliar. Kemudian PKB senilai Rp1,56 miliar, PKS Rp2,31 miliar, Partai Hanura Rp468,57 juta.

"Selanjutnya ada Partai Nasdem dengan alokasi bantuan senilai Rp971,12 juta, PAN Rp1,18 miliar, Partai Berkarya Rp638,67 juta dan PSI Rp513,82 juta," tuturnya. 

Sama halnya dengan Pemprov Banten, kata Ade, tiga pemerintah kabupaten/kota di Banten juga melakukan hal yang sama meski nilainya tak seragam. Pemkot Tangerang menaikan bantuan dana parpol sejak 2019 dari nilai Rp1.600menjadi Rp10.000 per suara sah. Akan tetapi, nilai akhir yang disetujui hanya Rp3.000 per suara sah. Pemkot Tangerang Selatan juga menaikkan dari Rp689 per suara sah menjadi Rp3.000 dan disetujui dengan nilai usulan yang sama.

“Kota Serang baru mengajukan kenaikan tahun ini dari Rp3.548 menjadi Rp10.000. Meski demikian berapa nilai yang disetujui masih menunggu surat persetujuannya. Itu belum keluar,” ungkapnya.

Sementara itu untuk daerah lainnya, nilai bantuan dana parpol per suara sah beragam. Kabupaten Lebak misalnya di angka Rp2.062, Kabupaten Tangerang Rp1.500, Kota Cilegon yakni Rp4.624, Kabupaten Serang Rp1.500 dan Kabupaten Pandeglang. Mereka bisa saja mengajukan kenaikan namun hal itu nantinya akan dilakukan verifikasi oleh Pemprov Banten.
“Ada tim gabungan, misalnya KPU dan Kemenkumham. Pak Gubernur juga memertimbangkan besaran nilai agar tidak terjadi kecemburuan dan pemerintah kabupaten/kota juga harus rasional,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kesbangpol Kota Serang Alpedi mengatakan, pada 2020 lalu bantuan keuangan untuk parpol hanya Rp3.548 per suara. Sementara 2021 ini angkanya naik menjadi  Rp7.000 per suara. “Tahun ini bantuan parpol memang naik,” katanya.
Ia menuturkan, besaran bantuan parpol tidak diatur oleh pemerintah pusat, sehingga setiap daerah bisa berbeda satu sama lain.

Besaran bantuan parpol sepenuhnya berdasarkan kemampuan keuangan daerah masing-masing dan persetujuan di DPRD.“Selain karena kemampuan APBD Kota Serang itu juga sudah melalui persetujuan Gubernur Banten,” ujarnya. (K4)