Pemprov Banten Dapat 3.600 Rapid Test dan 5.000 APD

Pemprov Banten Dapat 3.600 Rapid Test dan 5.000 APD
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti saat menerima tanda terima alat kesehatan terkait corona dari pemerintah pusat, Rabu (25/3/2020)

SERANG – Pemerintah pusat memberikan bantuan alat rapi test atau tes cepat ke Pemprov Banten sebanyak 3.600 uniT, Rabu (25/3). Selain alat tersebut, Banten juga mendapat bantuan 5.000 set alat perlindungan diri (APD).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, untuk alat rapid test atau tes cepat dari pemerinah pusat yang berjumlah 3.600 unit. Alat tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke kabupaten/kota.

“Bantuan rapid test kami terima tadi (kemarin-red) pagi. Kami distribusikan ke delapan kabupaten/kota dan RSUB (Rumah Sakit Umum Banten) sebagai RS pusat rujukan covid di Provinsi Banten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk waktu pelaksanaan tes cepat sendiri sepenuhnya diserahkan kepada Dinkes kabupaten/kota pada Kamis (26/3). “Rapid test diprioritaskan untuk PDP (pasien dalam pengawasan), ODP (orang dalam pemantauan), petugas kesehatan yang kontak erat dengan PDP. Lalu yang terakhir adalah masyarakat yang kontak erat dengan kasus terkonfirmasi atau positif (terinfeksi Covid-19),” katanya.

Selain alat tes cepat, kata dia, pihaknya juga telah menerima bantuan APD sebanyak 5.000 set berupa baju pelindung. “Ini pun sudah kami distribusikan melalui Dinkes kabupaten/kota dan RSUB,” ungkapnya. 

Lebih lanjut dipaparkan Ati, terkait hari pertama beroperasinya RSUB sebagai RS khusus korona pihaknya telah menerima total tujuh pasien. Pasien merupakan PDP rujukan dari RS yang ada di Banten. Hingga kemarin, pihaknya juga sedang menunggu pasien rujukan dari 14 RS di Banten.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemprov Banten telah melakukan sejumlah upaya lainnya seperti seruan menjaga  komunikasi dengan resiko secara langsung dan tidak langsung. Menggerakan physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain.

“Ada juga upaya dengan disinfektan di tempat-tempat umum, work from home (kerja dari rumah-red), school from home (belajar dari rumah-red). Tracing (melacak-red) kontak klinis dan non klinis, penambahan ruang atau ranjang isolasi hingga pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok dan alat kesehatan,” katanya.

Gubernur Banten Wahidin Halim berkomitmen membiayai RS khusus korona dari APBD, termasuk gaji tenaga medis hingga makan dan minumnya. RS khusus korona  dikelola secara khusus, ditangani dengan dokter-dokter khusus dan dibiayai juga secara khusus oleh pemprov.

“Semua aktivitas sosial agar memperhatikan protokol kesehatan. Bila perlu tidak melakukan aktivitas apapun yang berpotensi penularan sampai waktu yang ditinjau nanti. Mari bersama kita melawan corona untuk kita semua dan memberikan manfaat pada kita semua,” pungkasnya. (K4)