KUA PPAS APBD 2021 Disepakati Rp15,556 Triliun
Sumber Gambar :SERANG - Pemprov bersama DPRD Provinsi Banten menyepakati susunan kebijakan umum anggaran plafon prioritas anggaran sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2021. Kesepakatan tercapai melalui penandatanganan nota kesepakatan dalam rapat paripurna DPRD Banten di Sekretariat DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (8/10).
Juru bicara Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten Budi Prajogo mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS APBD 2021 merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya.
Ia merinci, adapun rincian atau postur KUA PPAS APBD 2021 terdiri atas pendapatan Rp11,38 triliun. Pendapatan transfer dari pemerintah Rp4,38 triliun yang terdiri atas Dana alokasi umum (DAU) Rp1,15 triliun, dana bagi hasil Rp573,4 miliar. Dana alokasi khusus (DAK) Rp2,65 triliun serta dana insentif daerah Rp44,9 miliar.
"Belanja daerah Rp15,556 triliun, pembiayaan daerah sisa lebih penggunaan daerah (silpa) adalah Rp134,1 miliar. Penerimaan pinjaman daerah dari pemerintah pusat Rp4,134 triliun," katanya.
Diungkapak Budi, diperlukannya sumber pembiayaan yang akan dibiayai pinjaman daerah dari pemerintah pusat dengan menunjuk PT Sarana Multi Infrastrukyur (SMI) dalam pelaksanaan program. Itu berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2020 tentang perubahan atas PP Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam rangka mendukung kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Covid-19.
"Menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan atau stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan ekonomi nasional," ungkapnya.
Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Banten yang secara konsisten melakukan pembahasan KUA PPAS 2021. Baik terkait penyusunan anggaran hingga langkah-langkah selanjutnya.
"Di tengah kekhawatiran kita akan Covid-19 saya menyaksikan betul dan saya dapatkan informasi pagi, siang dan malam berjuang untuk melakukan aktivitas dalam rangka mempersiapkan APBD," tuturnya.
Mantan Walikota Tangerang itu optimistis, dengan berbagai kondisi yang berkembang saat ini Pemprov Banten tetap bisa memberikan pelayanan dan menjalankam program kepada msyarakat.
"Tentunya pembangunan akan berjalan terus tanpa berhenti," ujarnya. (K4)