Pemprov Banten Bangun Sistem Antisipasi Virus Corona 

Sumber Gambar :

SERANG - Pemprov Banten menyusun langkah-langkah antisipasi dan penanganan virus corona (Covid-19) di Provinsi Banten. Hal itu mencakup secara menyeluruh dari sisi medis, ekonomi hingga logistik.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, mengimbau, warga tak panik. Pemprov telah membangun sistem untuk mengantisipasi virus corona. 

"Pemerintah sudah memberikan penjelasan, gubernur sudah memberikan penjelasan. Sudah bisa memastikan 113 rumah sakit di Banten sudah kita siagakan. 113 rumah sakit dan ada tim dari dokter paru dan tim dari rumah sakit itu sendiri dengan Dinkes kabupaten/kota dan provinsi," katanya.

Sementara untuk kekhawatiran dampak masalah ekonomi, distribusi logistik pangan juga sudah terjamin. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog untuk mengantisipasi potensi terjadinya kelangkaan. 

"Bahwa terjadi panic buying, orang beli banyak, di Tangerang terutama. Kita sudah hubungi Bulog tadi (kemarin-red) pagi bahwa stok cukup jadi mereka jangan panik. Tentunya Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) memantau apabila ada yang sengaja diprovokosi untuk memborong kita undang pihak kepolisian untuk yang menimbun barang," tegasnya.

Mantan Walikota Tangerang itu kembali menegaskan, mereka yang dengan sengaja menimbun logistik untuk mencari keuntungan maka diancam dengan hukuman pidana. itu juga berlaku bagi penimbun masker.    "Ancaman hukuman penjara   lima tahun dan (hingga) Rp50 miliar dendanya. Itu sudah jelas," tuturnya.

Selanjutnya, dia juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk memvalidasi tenaga kerja asing (TKA) yang ada di perusahaan-perusahaan di Banten. WH tak ingin adanya kabar simpang siur terkait virus corona yang berasal dari TKA.

"Saya minta untuk tidak simpang siur atau hoaks," pungkasnya. 

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, secara nasional pemerintah pusat telah menunjuk 100 rumah sakit se-Indonesia untuk penanganan Covid-19. Di Banten ada dua rumah sakit yang ditunjuk yaitu RSUD Kota Tangerang dan RSUD Drajat Prawiranegara (RSDP). 

"Keputusan rumah sakit rujukan itu adanya (kebijakannya-red) di Kemenkes (Kementerian Kesehatan). Menunjuk 100 rumah sakit di Indonesia sebagai rumah sakit rujukan kasus Covid-19," ujarnya.  

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menjelaskan, dengan ditunjuknya dua rumah sakit tersebut pemprov telah melakukan sejumlah pembenahan. Atas berbagai pertimbangan, pihaknya memutuskan untuk menambah jumlah ruang isolasi di RSUD Kota Tangerang.  

"Untuk fasilitas yang ditambah itu tadinya di RSUD Tangerang ada empat ruang isolasi.  sekarang ada penambahan tiga, tapi belum selesai. Kemungkinan selesai dalam kurun waktu empat hari lagi. Jadi ada tujuh ruang isolasi," katanya. (K4)


Share this Post