Perekonomian Banten Sudah Pulih Pasca Pandemi Covid-19

Sumber Gambar :

SERANG – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar memastikan jika perekonomian Banten kini telah pulih pascapandemi Covid-19. Hal tersebut terlihat dari terus menguatkan ekonomi yang dipengaruhi oleh belanja APBN dan APBD yang telah terkonsolidasi dengan baik.

Demikian terungkap dalam Taklimat Media Laporan Perekonomian dan Kinerja Fiskal, Moneter, dan Keuangan Daerah Provinsi Banten di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Kamis (25/1/2023).

Al mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang berhasil mengendalikan Pandemi Covid-19. Kemudian kini di tahun transisi menuju kebangikitan pasca Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022 diperkirakan kembali menguat.

Baca Juga: Tegaskan Komitmen, Pemprov Banten Siap Serahkan LKPD TA 2022 ke BPK Lebih Cepat

“Terlihat pada penguatan dalam 3 kuartal pertama 2022 dan juga senada dengan pertumbuhan indikator perekonomian yang masih kuat meski menunjukkan sedikit penurunan dan kelelahan. Itu sangat berkaitan dengan situasi global,” ujarnya.

Ia menuturkan, sama seperti pertumbuhan ekonomi nasional di Banten hingga 2022 uga diperkirakan semakin menguat. Pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan III 2-22 mencapai 5,71 persen year on year (yoy). Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2021 sebesar 4,51 persen.

“Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menguat tak lepas dari dukungan pembiayaan APBN dan APBD. APBN dan APBD secara kompak hadir bersinergi ke masyarakat melalui belanja yang terakselerasi dan direalisasikan dengan prestasi yang cukup baik,” katanya.

Dinyatakan, kebijakan fiskal 2022 juga telah mampu meredam gejolak dan melakukan pemulihan lebih cepat. Khusus untuk di Banten, pantulan dari sejumlah indikator makro yang mampu menunjukkan penguatan.

“Perekonomian di Banten telah pulih kembali pascapandemi Covid-19. Banten tumbuh 5,71 persen pada triwulan III 2022 yoy. Sudah melampaui level pra pandemi,” tulisnya.

Adapun indikator makro yang menunjukkan penguatan diantaranya inflasi yang terkendali. Pada Desember 2022 inflasi di Banten tercatat 4,56 persen yoy. Angka tersebut masuk dalam 5 besar inflasi terendah secara nasional.

“IPM (indeks pembangunan masyarakat) Banten 2022 mencapai 73,32, lebih tinggi dari IPM nasional 72,91,” ujarnya.

Al juga memaparkan, untuk belanja APBN di Banten per 31 Desember 2022 terealisasi sebesar Rp26,25 triliun atau 98,77 persen dari pagu Rp26,58 triliun. Realisasi belanja APBN untuk penyerapan dan Lembaga Rp10,08 triliun dan transfer daerah Rp16,7 triliun.

“Alokasi transfer mendukung realisasi belanja seluruh pemda di Banten sebesar Rp33,38 triliun atau 87,82 persen dari total belanja APBD seluruh pemda di Banten. Belanja APBD per 31 Desember 2022 Rp37,62 triliun atau 91,63 persen dari pagu Rp41,06 triliun,” tulisnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, realisasi pendapatan Pemprov Banten untuk tahun anggaran 2022 per 31 Desember 2022 mencapai Rp11,23 triliun atau 98,16 persen dari pagu Rp11,44 triliun. Sementara untuk realisasi belanja daerah Rp11,306 triliun atau 94,44 persen dari pagu Rp11,97 triliun.

“Realisasi pendapatan ini menempatkan Pemprov Banten pada posisi ke 28 secara nasional dan posisi kelima untuk realisasi belanja secara nasional,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan, pada 2023 pertumbuhan ekonomi Banten diproyeksi bisa mencapai 4,8 hingga 5,3 persen. Ia optimistis hal tersebut bisa tercapai lantaran tren investasi di Banten terus naik.

“Kalau investasi ini kemungkinan besar pengolahan industri kita, sekarang banyak investasi akan diimplementasikan pada 2023 itu yang menopang ekonomi Banten,” katanya.

Saya nyatakan, untuk mencapai hal tersebut ada 3 poin yang harus terus dijaga di tahun 2023 yang terdiri atas inflasi, UMKM dan juga digitalisasi. Kemudian juga ada satu sektor yang diharapkan bisa bangkit yakni pariwisata.

“Beberapa kali kami dengan pemprov mendorong wisata di Banten termasuk juga benar-benar investasi, kami juga sudah duduk bersama penahanan investasi untuk lebih fokus,” pungkasnya.


Share this Post