Tokoh Masyarakat Apresiasi Kepemimpinan WH-Andika

Sumber Gambar :

SERANG - Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim (WH)-Andika Hazrumy mendapat apresiasi. Keduanya dinilai telah berhasil memberi banyak kemajuan untuk Provinsi Banten di usianya yang menginjak usia ke-20. 

"Provinsi di bawah kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy secara jujur kami memberikan apresiasi yang telah ditorehkan selama ini," ujar tokoh masyarakat Banten Taufiequrachman Ruki, Senin (5/10).   

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menuturkan, kini Pemprov Banten secara berturut-turut berhasil mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah. Hal itu menunjukan Pemprov Banten menjunjung kepatuhannya terhadap peraturan perundang-undangan. "Efektivitas pengendalian internal yang sesuai dengan standar instansi pemerintah," katanya.

Ia mengaku, sangat paham sulitnya menapat opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain banyak yang hal yang harus dilakukan, hal itu bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen. 

"Kalau DPRD enggak bawel WTP tidak akan didapat. Oleh karena itu saudara-saudara anggota DPRD jangan tidak bawel. Tidak ada haknya gubernur atau wagub untuk memecat anda. Saya tahu saya mantan anggota BPK yang menentukan daerah itu WTP, berat untuk mendapatkan itu," ungkapnya.  

Apresiasi juga dilakukan lantaran Provinsi Banten juga berhasil mendapatkan penghargaan daerah anti korupsi di Indonesia urutan ketiga dari KPK. "Mari kita gelorakan ini. Lupakan masa lalu, tatap ke depan," tuturnya.  

Selanjutnya, kata dia, Banten juga telah menunjukkan kemajuan pada pembangunan infrastrutur. Jika dulu dari Kota Serang ke Malingping membutuhkan waktu enam jam lantaran kondisi jalan yang rusak, kini bisa ditempuh paling cepat selama dua jam.  

"Banten berhasil mendapatkan penghargaan Indonesia award inovasi kreatif peningkatan pendapatan daerah. Harus kita apresiasi kerja berat dari gubernur, wakil gubernur dan semua jajarannya. Jangan pengecilkan prestasi yang didapat rekan kita yang mengemban amanah," ujarnya. 

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, momentum resesi akibat pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi saat ini harus respon positif. Hal itu mesti dijadikan momentum untuk mengambil ancang-ancang bagi terciptanya lompatan besar. Momentum untuk melakukan set-up ulang melalui transformasi di segala bidang. 

“Bahu membahu kita memerangi pandemi Covid-19 melalui sinergi semua stakeholder. Kita yakin musibah pandemi ini merupakan sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan jauh ke depan,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu memaparkan, 

Sebelum pandemi terjadi, kondisi kinerja makro ekonomi Banten masih sangat baik. IPM pada 2019 mencapai 72,44 atau naik dari 71,95 di tahun 2018. Hal tersebut bahkan menjadikan Banten sebagai daerah berkategori IPM tinggi, lebih tinggi dibandingkan IPM Nasional sebesar 71,92. 

Berikutnya, pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Banten pada 2019 telah mencapai Rp664,96 triliun atau tumbuh 5,53 persen. Hal tersebut ditopang oleh stabilitas inflasi yang terjaga pada level 3,30 persen. Tingkat pengangguran terbuka 2019 juga telah ditekan pada angka 8,11 persen atau lebih rendah dibandingkan 2018 yang mencapai 8,52 persen. Tingkat kemiskinan juga telah turun pada level 4,94 persen dari 5,09 persen. Jauh lebih rendah dibandingkan persentase kemiskinan nasional yang mencapai 9,22 persen. 

“Hal ini sejalan dengan penurunan ketimpangan Banten yang diukur dari gini ratio yang mencapai 0,361. Jauh lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 0,380,” paparnya. (K4)


Share this Post